Senin, 30 Mei 2016

Review Jurnal Yang Berkaitan Dengan Manpower Planning

Berikut saya akan meriview jurnal yang berkaitan dengan Manpower Planning:
1.       Jurnal Dwi Noviyana
Judul jurnal: Analisis Beban Kerja Sebagai Dasar Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya Manusia.
Review:
                Analisis beban kerja adalah proses untuk menetapkan jumlah jam kerja orang yang digunakan atau dibutuhkan untuk merampungkan suatu pekerjaan dalam waktu tertentu. Manfaat dari analisis kerja adalah untuk menghitung load pekerjaan seseorang dalam satu periode waktu tertentu, untuk menghitung kebutuhan jumlah tenaga kerja dalam suatu proses atau departemen dan untuk penambahan atau pengurangan tenaga kerja. Beban kerja terdapat dua macam yaitu beban kerja real dan beban kerja standar.
                Perencanaan kebutuhan sumber daya manusia dibutuhkan untuk menilai produktivitas kerja dari tenaga yang sudah ada dapat ditingkatkan dan perencanaan SDM merupakan dasar bagi penyusunan program kerja bagi satuan kerja yang menangani SDM dalam organisasi. Hubungan antara analisis beban kerja dengan perencanaan SDM adalah mempengaruhi manpower planning sehingga dapat berpengaruh dalam rekrutmen (internal maupun eksternal), mempunyai tujuan dalam efisiensi dan efektifitas baik SDA maupun SDM. Proses perencanaan SDM mulai dari perencanaan, strategi, metode dan pendekatan mampu memahami business mapping process yang berkaitan dengan analisa beban kerja dan mampu memenuhi kebutuhan organisasi.
2.       Jurnal Adi Putra
Judul jurnal: Analisis Perencanaan Tenaga Kerja Di Perusahaan Redrying Tembakau Dengan Pendekatan Programming.
Review:
Linear programming adalah metode atau teknik yang digunakan untuk membantu manajer dalam mengambil keputusan. Ciri khusus dalam linear programming adalah berusaha mendapatkan maksimisasi dan minimisasi. Terdapat tiga tahap dalam formulasi model matematik:
1.       Tentukan variable yang tidak diketahui dan nyatakan dalam symbol matematik.
2.       Membentuk fungsi dan tujuan sebagai hubungan linear dari variable keputusan.
3.       Menentukan semua kendala masalah tersebut dan mengekspresikan dalam persamaan atau pertidaksamaan yang juga merupakan hubungan linier dari variable keputusan yang mencerminkan keterbatasan sumber daya masalah tersebut.
Kebijakan perusahaan:
a.       Recruitement: jumlah tenaga kerja baru yang daoat diterima.
b.      Retraining: melakukan training untuk karyawan.
c.       Redundancy: pemutusan hubungan kerja karena perusahaan melakukan perubahan atau pengembangan dengan menggunakan mesin-mesin berteknologi.
d.      Short-time working: memperkerjakan tenaga kerja dengan status kerja paruh waktu hingga 10 tenaga kerja pada setiap kategori skill.


3.       Jurnal Ahmad Naufal
Judul Jurnal: Evaluasi Pengembangan Sistem Penilaian Kinerja Pada PT HKS.
Review:
                Proses penilaian kerja atau evaluasi adalah proses untuk mengidentifikasi dan mengukur sifat, perilaku, serta pencapaian karyawan secara individual atau berkelompok untuk membuat keputusan atau perencanaan pengembangan oleh supervisor, manajer atau rekan kerja. Tujuannya adalah untuk memberikan umpan balik kepada karyawan secara personal dan periodic, mengontrol perilaku kerja karyawan, menetapkan atau menentukan kompensasi.
Terdapat lima penilaian kerja, yaitu:
·         Perencanaan: mengadakan pertemuan untuk membahas dan menetapkan tujuan, kompensasi, perilaku dan tanggungjawab kerja yang harus dimiliki.
·         Pelaksanaan: pekerja bekerja untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Peran atasan untuk memotivasi pekerja untuk meningkatkan kinerja mereka sehingga tujuan tersebut tercapai.
·         Pengukuran: memberikan refleksi terhadap tugas-tugas yang telah dikerjakan karyawan. Dalam fase ini, ditentukan juga kompensasi atau penghargaan lainnya untuk pekerja.
·         Peninjauan: melakukan review (memberikan dan membahas hasil kinerja karyawan secara mendalam) dan membuat serta menetapkan tujuan dan tugas untuk masa yang akan datang.
Penghambat penilaian kerja adalah tidak adanya rasa memiliki karena karyawan tidak dilibatkan dalam proses sehingga mereka tidak terlatih dan perbedaan kredibilitas. Selain itu dengan adanya diskriminasi dalam lingkungan kerja, budaya, ras, distorsi persepsi, jenis kelamin, struktur organisasi, stereotip umum dan perilaku sosial juga sebagai factor penghambat penilaian kerja.
4.       Jurnal Egi Yolanda Putri
Judul Jurnal: Manajemen Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Program Sekolah Riset Di SMAN 6 Yogyakarta.
Review:
Manajemen pengembangan sumber daya manusia dalam program sekolah riset di SMA Negeri 6 Yogyakarta, meliputi: penentuan  kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan serta evaluasi.
Penentuan kebutuhan juga dilakukan  dengan  cara  mengidentifikasi kelemahan guru dalam hal riset, baik dalam hal melaksanakan penelitian maupun mengintegrasikan  nilai-nilai  penelitian ke dalam pembelajaran. Hasil identifikasi tersebut dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk menyelenggarakan kegiatan  pengembangan  guru  SMA  Negeri  6 Yogyakarta.
Perencanaan yang diawali dengan rapat pimpinan SMA Negeri 6 Yogyakarta, dalam hal ini kepala sekolah beserta seluruh  wakil  kepala  sekolah,  yang  membahas hal-hal terkait perencanaan kegiatan pengembangan guru dalam bidang riset, seperti penentuan jenis kegiatan, penentuan anggaran, waktu pelaksanaan kegiatan, dan sebagainya. Hasil rapat pimpinan sekolah  tersebut  disosialisasikan  kepada para guru melalui rapat yang diikuti oleh seluruh guru dan pimpinan sekolah. Pengorganisasian  yang  dilakukan melalui  pembentukan  panitia  kegiatan oleh wakil  kepala  sekolah bidang penelitian  dan  pengembangan.  Wakil  kepala sekolah  bidang  penelitian  dan  pengembangan  selalu  berupaya  untuk  memberdayakan seluruh personil sekolah dalam kepanitiaan kegiatan pengembangan guru secara bergiliran.
Pelaksanaan kegiatan pengembangan mengacu  pada  perencanaan  awal  yang telah ditetapkan dan disepakati bersama, baik oleh pimpinan sekolah, panitia pelaksana kegiatan, maupun para guru.Kegiatan  pengembangan  guru  SMA  Negeri  6 Yogyakarta  yang  paling  sering  diselenggarakan adalah workshop. Faktor  pendukung  pengembangan sumber daya manusia dalam bidang riset di SMA Negeri 6 Yogyakarta berasal dari komite sekolah. Komite sekolah memiliki komitmen  untuk  mendukung  program Sekolah  Berbasis  Riset  di  SMA  Negeri 6  Yogyakarta.  Faktor  pendukung  lainnya  adalah  adanya  bantuan  serta  motivasi dari rekan kerja. Faktor penghambat pengembangan  sumber  daya  manusia dalam bidang riset di SMA Negeri 6 Yogyakarta yaitu masih rendahnya semangat guru dalam mengamalkan materi-materi yang diberikan melalui kegiatan-kegiatan pengembangan guru.
Pengawasan dan evaluasi pengembangan sumber daya manusia diilakukan untuk mengetahui dan memastikan bahwa kegiatan pengembangan guru berlangsung sesuai dengan rencana.

5.       Jurnal Arlin Aulia Anandayu
Judul Jurnal: Kompensasi Dan Motivasi Pengaruhnya Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Bangun Wenang Baverages Company Manado
Review:
Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang baik langsung maupun tidak langsung yang diberikan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan. Kompensasi sangat berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja karyawan. Kompensasi dibutuhkan karyawan untuk mencukupi berbagai kebutuhannya. Sedangkan kompensasi bagi perusahaan, mereka membayar karyawan agar para karyawan bisa menjalankan tugasnya dengan keinginan dan harapan perusahaan dengan tujuan utama mampu memajukan jalannya usaha perusahaan.
Motivasi adalah suatu keahlian dalam mengarahkan pegawai agar mau bekerja secara berhasil sehingga keinginan para pegawai serta tujuan dari organisasi tersebut tercapai. Motivasi dibagi menjadi dua yaitu motivasi internal (dari dalam diri pegawai) maupun motivasi eksternal (motivasi yang di dapat dari atasan, keluarga serta semua orang yang disekeliling karyawan). Motivasi sangat berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Karyawan yang mempunyai motivasi tinggi cenderung mempunyai kinerja yang tinggi sedangkan karyawan yang mempunyai motivasi rendah cenderung mempunyai kinerja yang rendah.

Kinerja karyawan adalah hasil baik kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya yang sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kompensasi dan motivasi saling berhubungan. Jika karyawan mempunyai motivasi yang tinggi dalam memajukan usaha perusahaan, maka karyawan tersebut pantas untuk mendapatkan imbalan yang diharapkan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar